Teman adalah hal yang terpenting yang tak pernah aku ingin kehilangan akan tetapi kenapa,,,,,,...........? sebenarnya apa masalahnya? apa yang aku harus lakukan untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala dimana aku dapat bicara, bercanda, tertawa, berbagi cerita dan berkumpul berama mereka...../ entah kenapa aku tak dapat bicara kepadanya,entah kenapa aku tak punya keberanian untuk menatap mukanya saat bertemu dan berpapasan denganya....? sebenarnya pa yang aku pikirkan terhadapnya dan apa yang ia pikirkan terhadap aku...../ saat ini aku sangat kebingungan apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan semua masalah antara aku dan dia.. entah kesalahan apa yang telah aku lakukan terhadapnya secara tak sadar sampai dia tak mau bicara lagi kepadaku sampai sampai semua pesan yang aku kirim kepadanya tak ada satupun yang ia balas. apa yang aku lakukan dari meminta maaf kepadanya bila aku punya salah kepadanyapun tak ada balasan darinya, sat bertemu ataupun berpapaanpun dia slalu membuang muka dariku, sepertinya kebencian terhadapku telah sampai bats akhirnya,....... kadang aku selalu berusaha untuk bisa selalu berkomunikai kepadanya akan tatapi semua usaha yang aku lakukan spertinya gagal tanpa ada satupun yang membuahka hasil, dari selalu tersenyum di depanya, menyapanya saat bertemu akan tetapi entah keapa dia seakn tak pedulikan semua itu.....
aku benar-benar tertekan akan masalah itu sampai sekarang aku pendam masala itu dari siapapun termasuk dari semua teman temanya yang pernah dkat padanya dan padaku. sekarang aku bahkan tak pernah sama sekali bicara sama teman kerjaanku semuanya kecuali mereka bertanya kepadaku aku pasti aka jawab, terkadang setelah aku shalat aku menangisi akan masalah itu.......? ada apa sebenarnya dengan diriku...? kenapa dia bersikap seperti itu padaku..../ dalam hati sebenarnya aku ingin sekali datang kepadanya dan brbicara kepadanya,....? tapi aku tak tahu harus darimana memulainya spertinya aku tak punya keberanian lagi untuk berbicara kepadanya bahka mnatap wajahnya pun aku tak bisa, seakan aku malu untuk melihatnya mungkin memang semua ini kesalahanku akan tetapi kenapa...? padahal aku sudah meminta maaf kepadanya dan apakah tak ada pintu maaf untukku di hatinya.....mungkin terlalu keras hati aku tak mau membuka pembicaraa terhadapnya, ataukah hanya menjaga image gar dia yng harus pertama membuka pembicaraanya kepadaku entah mana yang harus aku lakukan,
sekarang ini yang aku inginkan adalah semuanya menjadi seperti dulu waktu aku pertama kena;l sama dia yaitu tertawa, cerita, kumpul dan bercanda bersama............ aku ingin sekali bicara lagi padanya da akuingin sekali semuanya itu berkhir dengan menyenangka tanpa da yang merasa di rugikan, susah senang bersama sahabat itu ternyata daripada hidup sendirian meskipu bisa mendapatkan semuanya namun dalam hati selalu merasa kesepian setiap hari, hal tiu aku rasakan setiap hari. di kerjaan, di kontrakan, di semua tempat yang aku singgahi..... meskipun di depan mata banyak orang yang aku lihat termasuk teman teman kerjaan akan tetapi hatiku merasa sepi tak ada yang dapat aku jadika tempat berbagi tempat bercerita dan tempat mengadukan isi hatiku ini, ingin sekali bercerita kepada mereka k tetapi keraguan selalu menyelimuti hati,
ingin sekali ku berteriak sekencang-kencangnya, inginku alirkan air mata pada seseorang yang dapat mendengarkan semua keluh kesahku ini namun siapa.......? tak ada satupun yang dapat aku percayai kecuali terhadap kekuasaan-NYA,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar