Mungkin memang benar sebuah takdir seseorang tak dapat di rubah oleh siapapun kecuali oleh-NYA, termasuk takdir yang tengah aku jalani sekarng...... takdir yang tak memberikan kebahagiaan dalam hidupku ini, pasalnya baru 3 bulan yang lalu aku sudah mendapatkan kebahagiaan yang aku impikan akan tetapi hilang dalam waktu kurang dari 1 menit, kebahagiaan yang selama ini aku telah menunggunya selama hidupku itu mungkin tak akan kembali pada hidupku akan tetapi kenapa perasaanku malah bahagia saat aku sedang sendiri.... aku merasa dapat menangis sepuas hatiku tanpa ada yang menggangguku bahkan teman temanku, yang paling menyenangkan aku merasa kebebasan dalam genggamanku........disisi lain hatiku merasakan kesepian yang mendalam yang tak dapat di tumbuhi rasa kebahagiaan, entah kenapa meskipun aku dapat tertawa di depan teman2ku saat bersama mereka akan tetapi hatiku merasakan kesepian yang tak berujung......................................... meskipun aku dapat memberikan saran bagi masalah teman temanku dan memberikan pendapat kepada mereka namun aku tak dapat memberikan saran ataupun pendapat bagi diriku sendiri bahkan pertolongan untuk diriku dan htiku, yang sekarang aku pikirkan adalah lebih baik aku tak memikirkan apapun tentang ap yang aku lakukan akn tetapi saat aku bertemu teman satu kerjaan kenapa aku merasa ada yang aneh, aku tak dapat mengeluarkan kata kata ataupun sekedar menatap wajah wajah mereka yang aku pikir mereka selalu tersenyum bahagia dalam keadaan apapun juga entah itu susah, sedih ataupun lagi banyak maslah yang di hadapi, aku merasa tak bisa seperti mereka...... mungkin aku merasa iri atau bagaimana kepada mereka entah apa yang aku rasakan saat bertemu mereka, aku ingin sekali berubah dan merubah hidupku yang sekarang namun aku tak bisa,,,,,, mungkin ini sudah takdir yang aku dapatkan dari yang diatas....
mungkin karena aku kurang berkominikasi kepada mereka dan merasa iri kepada mereka yang sesalu tak memikirkan masalah yang mereka hadapi meskipun aku tahu mereka merasa pusing dan seandainya masalah yang mereka adapi tak kunjung usai. bakan saat aku mendengarkan cerita tentang keluarga dari salh satu teman satu kerjaan dengan aku, dia merasa kalo dia itu orang yang tak berpunya.... saat dia mengatakan itu hatiku langsung kaget kenapa dia ngmong seperti itu kepada aku, dan ia menceritakan kalo selama 2 tahun ia bekerja di perusahaan iniaku belum pernah bahkan tak pernah sama skali memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarganya terutama ibunya......... lalu aku berpikir setelah mendengarkan cerita darinya apakah aku sudah memberikan sesuatu kepada orangtuaku atau belum..... lalu kenapa aku tak berpikir sejauh itu padahal temanku yang satu ini ampai berpikirseprti itu untuk memberikan sesuatu kepada ortunya tapi kenapa dia baru sadar sekarang kenapa gak dari dulu saat baru masuk ke perusahaaan ini, lalu aku tanyakan hal itu...... dia menjawab aku tak berpikir sampai situ katanya..../?DIA hanya berpikir kalo setelah ia bekerja nanti dia harus mendapatkan ap yang ia inginkan dan ia bercerita kalo selam ini dia hanya memikrkan kesenangan buat dia saja dan hasil kerjanya tiu hanya untuk bersenang senang saja.
entah sekarang dia sudah berubah atau belum aku juga belum akan tetapi aku lihat dia malahan tambah asyik dengan kerjaanya bahkan dia sempat membeli hp baru untuknya....? padahal dia mengatakan kepada aku kalo ia mau hidup hemat agar punya tabungan setelah ia habis kontrak dari perusahaan itu akan tetapi aku lihat malahan kayaknya tak ada usaha untuk itu,.....
aku juga iri kepada mereka dengan kesederhanaan idup mereka, saat aku berkunjung kerumah teman satu kerjaanku aku berpikir dan menanyakan kepada diri sendiri ternyata hidupku yang sekarang lebih beruntung daripada temanku........ namun aku sngat iri kepada mereka saat mereka berkumpul bersama keluarga mereka, ayah dan ibu mereka terlihat akrab dan saat ngobrol selalu nyambung dan banyak canda tawa diwajah mereka sedangkan aku tak pernah sekalipun berkumpul dan ngobrol bareng sama mereka......jangankan tertawa bersama ayah dan ibu berkumpul saja tak pernah sekalipun aku mendapatkan canda tawa dari mereka, yang ad hanyalah suasana yang mencekam saat kadang kala berkumpul............
aku benar benar minder sama teman2ku satu kerjaan saat keluarganya mengunjunginya ataupun aku berkunjung main kerumah mereka, saat mereka sedang asyik berbicara sama ortunya aku merasa sedih dan tak tahan melihat mereka tertawa bersama, aku benar benar iri hati pada mereka semua. itulah yang mendasari aku tak pernah bicara pada teman satu kerjaanku karena saat mengingat hal itu aku merasa malu.
mungkin aku terlalu iri hati pada mereka oleh karena itu aku tak berani bergabung sama mereka.....
bersambung........................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar