SAHABAT SEJATI

BACALAH

HAI...SAHABAT KALO KAMU BUKA BLOG AKU TAK ADA SALAHNAY KALO KAMU BACA N BERSENANG SENANGLAH DENGANKU, KIRIM KOMENTAR KAMU KESINI YA.......!
"www.muhamadsarifudin@yahoo.co.id"

The day you went away

23 Januari 2010

AKHIRNYA TAK TENANG

Mungkin memang benar sebuah takdir seseorang tak dapat di rubah oleh siapapun kecuali oleh-NYA, termasuk takdir yang tengah aku jalani sekarng...... takdir yang tak memberikan kebahagiaan dalam hidupku ini, pasalnya baru 3 bulan yang lalu aku sudah mendapatkan kebahagiaan yang aku impikan akan tetapi hilang dalam waktu kurang dari 1 menit, kebahagiaan yang selama ini aku telah menunggunya selama hidupku itu mungkin tak akan kembali pada hidupku akan tetapi kenapa perasaanku malah bahagia saat aku sedang sendiri.... aku merasa dapat menangis sepuas hatiku tanpa ada yang menggangguku bahkan teman temanku, yang paling menyenangkan aku merasa kebebasan dalam genggamanku........disisi lain hatiku merasakan kesepian yang mendalam yang tak dapat di tumbuhi rasa kebahagiaan, entah kenapa meskipun aku dapat tertawa di depan teman2ku saat bersama mereka akan tetapi hatiku merasakan kesepian yang tak berujung......................................... meskipun aku dapat memberikan saran bagi masalah teman temanku dan memberikan pendapat kepada mereka namun aku tak dapat memberikan saran ataupun pendapat bagi diriku sendiri bahkan pertolongan untuk diriku dan htiku, yang sekarang aku pikirkan adalah lebih baik aku tak memikirkan apapun tentang ap yang aku lakukan akn tetapi saat aku bertemu teman satu kerjaan kenapa aku merasa ada yang aneh, aku tak dapat mengeluarkan kata kata ataupun sekedar menatap wajah wajah mereka yang aku pikir mereka selalu tersenyum bahagia dalam keadaan apapun juga entah itu susah, sedih ataupun lagi banyak maslah yang di hadapi, aku merasa tak bisa seperti mereka...... mungkin aku merasa iri atau bagaimana kepada mereka entah apa yang aku rasakan saat bertemu mereka, aku ingin sekali berubah dan merubah hidupku yang sekarang namun aku tak bisa,,,,,, mungkin ini sudah takdir yang aku dapatkan dari yang diatas....
mungkin karena aku kurang berkominikasi kepada mereka dan merasa iri kepada mereka yang sesalu tak memikirkan masalah yang mereka hadapi meskipun aku tahu mereka merasa pusing dan seandainya masalah yang mereka adapi tak kunjung usai. bakan saat aku mendengarkan cerita tentang keluarga dari salh satu teman satu kerjaan dengan aku, dia merasa kalo dia itu orang yang tak berpunya.... saat dia mengatakan itu hatiku langsung kaget kenapa dia ngmong seperti itu kepada aku, dan ia menceritakan kalo selama 2 tahun ia bekerja di perusahaan iniaku belum pernah bahkan tak pernah sama skali memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi keluarganya terutama ibunya......... lalu aku berpikir setelah mendengarkan cerita darinya apakah aku sudah memberikan sesuatu kepada orangtuaku atau belum..... lalu kenapa aku tak berpikir sejauh itu padahal temanku yang satu ini ampai berpikirseprti itu untuk memberikan sesuatu kepada ortunya tapi kenapa dia baru sadar sekarang kenapa gak dari dulu saat baru masuk ke perusahaaan ini, lalu aku tanyakan hal itu...... dia menjawab aku tak berpikir sampai situ katanya..../?DIA hanya berpikir kalo setelah ia bekerja nanti dia harus mendapatkan ap yang ia inginkan dan ia bercerita kalo selam ini dia hanya memikrkan kesenangan buat dia saja dan hasil kerjanya tiu hanya untuk bersenang senang saja.
entah sekarang dia sudah berubah atau belum aku juga belum akan tetapi aku lihat dia malahan tambah asyik dengan kerjaanya bahkan dia sempat membeli hp baru untuknya....? padahal dia mengatakan kepada aku kalo ia mau hidup hemat agar punya tabungan setelah ia habis kontrak dari perusahaan itu akan tetapi aku lihat malahan kayaknya tak ada usaha untuk itu,.....
aku juga iri kepada mereka dengan kesederhanaan idup mereka, saat aku berkunjung kerumah teman satu kerjaanku aku berpikir dan menanyakan kepada diri sendiri ternyata hidupku yang sekarang lebih beruntung daripada temanku........ namun aku sngat iri kepada mereka saat mereka berkumpul bersama keluarga mereka, ayah dan ibu mereka terlihat akrab dan saat ngobrol selalu nyambung dan banyak canda tawa diwajah mereka sedangkan aku tak pernah sekalipun berkumpul dan ngobrol bareng sama mereka......jangankan tertawa bersama ayah dan ibu berkumpul saja tak pernah sekalipun aku mendapatkan canda tawa dari mereka, yang ad hanyalah suasana yang mencekam saat kadang kala berkumpul............
aku benar benar minder sama teman2ku satu kerjaan saat keluarganya mengunjunginya ataupun aku berkunjung main kerumah mereka, saat mereka sedang asyik berbicara sama ortunya aku merasa sedih dan tak tahan melihat mereka tertawa bersama, aku benar benar iri hati pada mereka semua. itulah yang mendasari aku tak pernah bicara pada teman satu kerjaanku karena saat mengingat hal itu aku merasa malu.

mungkin aku terlalu iri hati pada mereka oleh karena itu aku tak berani bergabung sama mereka.....





bersambung........................

16 Januari 2010

AKU INGIN

Teman adalah hal yang terpenting yang tak pernah aku ingin kehilangan akan tetapi kenapa,,,,,,...........? sebenarnya apa masalahnya? apa yang aku harus lakukan untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala dimana aku dapat bicara, bercanda, tertawa, berbagi cerita dan berkumpul berama mereka...../ entah kenapa aku tak dapat bicara kepadanya,entah kenapa aku tak punya keberanian untuk menatap mukanya saat bertemu dan berpapasan denganya....? sebenarnya pa yang aku pikirkan terhadapnya dan apa yang ia pikirkan terhadap aku...../ saat ini aku sangat kebingungan apa yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan semua masalah antara aku dan dia.. entah kesalahan apa yang telah aku lakukan terhadapnya secara tak sadar sampai dia tak mau bicara lagi kepadaku sampai sampai semua pesan yang aku kirim kepadanya tak ada satupun yang ia balas. apa yang aku lakukan dari meminta maaf kepadanya bila aku punya salah kepadanyapun tak ada balasan darinya, sat bertemu ataupun berpapaanpun dia slalu membuang muka dariku, sepertinya kebencian terhadapku telah sampai bats akhirnya,....... kadang aku selalu berusaha untuk bisa selalu berkomunikai kepadanya akan tatapi semua usaha yang aku lakukan spertinya gagal tanpa ada satupun yang membuahka hasil, dari selalu tersenyum di depanya, menyapanya saat bertemu akan tetapi entah keapa dia seakn tak pedulikan semua itu.....

aku benar-benar tertekan akan masalah itu sampai sekarang aku pendam masala itu dari siapapun termasuk dari semua teman temanya yang pernah dkat padanya dan padaku. sekarang aku bahkan tak pernah sama sekali bicara sama teman kerjaanku semuanya kecuali mereka bertanya kepadaku aku pasti aka jawab, terkadang setelah aku shalat aku menangisi akan masalah itu.......? ada apa sebenarnya dengan diriku...? kenapa dia bersikap seperti itu padaku..../ dalam hati sebenarnya aku ingin sekali datang kepadanya dan brbicara kepadanya,....? tapi aku tak tahu harus darimana memulainya spertinya aku tak punya keberanian lagi untuk berbicara kepadanya bahka mnatap wajahnya pun aku tak bisa, seakan aku malu untuk melihatnya mungkin memang semua ini kesalahanku akan tetapi kenapa...? padahal aku sudah meminta maaf kepadanya dan apakah tak ada pintu maaf untukku di hatinya.....mungkin terlalu keras hati aku tak mau membuka pembicaraa terhadapnya, ataukah hanya menjaga image gar dia yng harus pertama membuka pembicaraanya kepadaku entah mana yang harus aku lakukan,
sekarang ini yang aku inginkan adalah semuanya menjadi seperti dulu waktu aku pertama kena;l sama dia yaitu tertawa, cerita, kumpul dan bercanda bersama............ aku ingin sekali bicara lagi padanya da akuingin sekali semuanya itu berkhir dengan menyenangka tanpa da yang merasa di rugikan, susah senang bersama sahabat itu ternyata daripada hidup sendirian meskipu bisa mendapatkan semuanya namun dalam hati selalu merasa kesepian setiap hari, hal tiu aku rasakan setiap hari. di kerjaan, di kontrakan, di semua tempat yang aku singgahi..... meskipun di depan mata banyak orang yang aku lihat termasuk teman teman kerjaan akan tetapi hatiku merasa sepi tak ada yang dapat aku jadika tempat berbagi tempat bercerita dan tempat mengadukan isi hatiku ini, ingin sekali bercerita kepada mereka k tetapi keraguan selalu menyelimuti hati,
ingin sekali ku berteriak sekencang-kencangnya, inginku alirkan air mata pada seseorang yang dapat mendengarkan semua keluh kesahku ini namun siapa.......? tak ada satupun yang dapat aku percayai kecuali terhadap kekuasaan-NYA,

KENYATAANYA

Aku telah melihat kenyataanya dalm keheningan panjang yang aku jalankan dan apapun yang aku cari selama ini yaitu jawaban atas apa yang terjadi pada diriku dan semua orang terdekatku, apakah selama ini ada hubunganya dengan cara hidupku ataupun tidak itu sangat tak penting lagi bagiku, baru saja aku melihat kenyataan bahwa apa yang aku lakukan ada;lah hal yang membuat aku tersiksa sendiri selama ini, aku tak sadar apa yang aku lakukan pada semua orang adalah salah besar yang aku buat sendiri, aku merasa seandainya semua orang yang aku kenal sebagai sahabat akan meninggalkan dan mengabaikan aku ketika mereka telah pergi ataupun tak bertemu lagi, aku merasa seperti dulu yang selalu kesepian dan sendirian tanpa ada teman yang dapat i jadikan sebagai tempat berbagi dan bercanda bersama.....
selama ini mereka meminta saran dariku untuk masalah mereka dan bertanya kepadaku apa yang harus mereka lakukan untuk masalah mereka kadang kala tanpa memperdulikan apa yang aku rasakan.....? mereka pikir aku yang selalu tersenyum pada raut wajahku tak pernah punya masalah apapun akan tetapi dalam hatiku aku mencari pada siapa aku harus pergi dan mengadukan semua masalahku dan kadang aku menangis sendiri atas masalah yang aku hadapi sendirian........
entah pada siapa lagi aku harus bercerita semua rasa sakit dan kesedihanku ini yang selau aku pendam dalam hati tanpa ada seorangpun yang tahu hal itu termasuk orang terdekatku sendiri, hanya jika aku merasa sedih aku slalu mencari kegiatan yang bisa membuat hatiku terhibur salah satunya ada;lah dengan menulis artikel ini pada blog aku sebagai salah satu alat tempat aku mencurahkan kesedihanku dan sebagai teman curhatku, hany sau tempat inilah aku ceritakan kesedihan hatiku,
sekarang teman yang aku banggakan telah tak ada bahkan teman akrabku aku anggap dia tak pernah ada, meskipun dalam hatiku aku sangat ingin sekali curhat dan mengadukan isi hatiku padanya akn tetapi aku tak punya keberanian untuk melakukan semua itu, aku takut akn satu hal kenapa aku tak punya keberanian untuk mengtaknya pada mereka..../

I'M WITH YOU

TOGETHER

DI DALAM PERPUSTAKAAN