Dalam sejarah hidupku aku tak pernah yang namanya ingin bermusuhan dengan semua sahabatku, namu apa yang aku lakukan itu seakan tak berarti di mata mereka. seandainya mereka tahu betapa aku menganggap mereka seperti keluargaku sendiri, namun kayknya sungguh tak mungkin mereka smua mau mengerti apa yang ada di dalam hatiku sekarang,
baru kali ini entah aku dirasuki setan ataukah hanya batas kesabaran dalam diriku yang telah habis yang membuat diriku seakan tak dapat ku kendalikan dengan pikiran yang jernih. selama ini aku tak prnah mengatakan kata kata yang dapat menyinggung perasaan sahabatku sendiri akan tetapi kemarin aku mengucapkanya dengan begitu lepasnya sampai sampai aku sendiri tak sadar apa yang telah aku lakukan pada sahabatku.
namun aku juga tak mengerti kenapa sahabatku yang aku kagumi kepolosanya itu berkata yang benar benar membuat hatiku tersinggung dan marah dalam hati yang tak terbendung lagi. aku tak yakin apa yang ia katakan padaku itu benaer2 menyakitkan dada,
sungguh benar benar di luar nalar seorang sarifudin udin terdiam. dulu yang seakan kami bagaikan keluarga yang selalu berbagi namun sekarang bagaikan musuh yang memiliki dendam lama.........? aku tak tahu harus bagaimana lagi, aku yang selalu mengungkapkan kesedihan, kesenangan dan kebahagiaan pada mereka kini ingin berkata pada mereka lagi seakan ada yang mengganjal tenggorokanku, kini aku tak pernah percaya lagi pada siapa pun kecuali pada keluarga dan ALLAH semata.
apapun yang terjadi kini tak akan ada lagi yang namanya sahabat dalam hidupku......
baru kali ini entah aku dirasuki setan ataukah hanya batas kesabaran dalam diriku yang telah habis yang membuat diriku seakan tak dapat ku kendalikan dengan pikiran yang jernih. selama ini aku tak prnah mengatakan kata kata yang dapat menyinggung perasaan sahabatku sendiri akan tetapi kemarin aku mengucapkanya dengan begitu lepasnya sampai sampai aku sendiri tak sadar apa yang telah aku lakukan pada sahabatku.
namun aku juga tak mengerti kenapa sahabatku yang aku kagumi kepolosanya itu berkata yang benar benar membuat hatiku tersinggung dan marah dalam hati yang tak terbendung lagi. aku tak yakin apa yang ia katakan padaku itu benaer2 menyakitkan dada,
sungguh benar benar di luar nalar seorang sarifudin udin terdiam. dulu yang seakan kami bagaikan keluarga yang selalu berbagi namun sekarang bagaikan musuh yang memiliki dendam lama.........? aku tak tahu harus bagaimana lagi, aku yang selalu mengungkapkan kesedihan, kesenangan dan kebahagiaan pada mereka kini ingin berkata pada mereka lagi seakan ada yang mengganjal tenggorokanku, kini aku tak pernah percaya lagi pada siapa pun kecuali pada keluarga dan ALLAH semata.
apapun yang terjadi kini tak akan ada lagi yang namanya sahabat dalam hidupku......